PURBALINGGA, INFO – Kecamatan Bukateja meluncurkan Program Rantang Berkah bagi Lansia Sebatangkara dan Kurang Mampu di wilayah Kecamatan Bukateja. Launching Program Rantang Berkah ini bertempat di Desa Bukateja pada Jumat (1/3).

“Jadi hari ini launching Rantang  Berkah di tiap kecamatan, nanti 4 Maret Program Rantang Berkah ini dilaunching di tingkat kabupaten,” kata Sekretaris Kecamatan Bukateja, Sisngadi saat ditemui di sela-sela Launching Rantang Berkah di Desa Bukateja, Jumat (1/3).

Ia menjelaskan ada tujuh desa yang menjadi sasaran dari Program Rantang Berkah. Tujuh desa tersebut yakni Desa Tidu, Desa Kembangan, Desa Wirasaba, Desa Majasari, Desa Bukateja, Desa Kedungjati, dan Desa Kutawis.

“Yang terbanyak itu Desa Tidu ada lima orang penerima ‘Rantang Berkah’, jadi total semua ada 24 lansia di satu kecamatan yang menerima program ini,” imbuhnya.

Program Rantang Berkah sendiri menurutnya  didasari dari Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 yang menyebuutkan “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”. Kemudian program ini juga terinspirasi dari hasil studi banding di Banyuwangi.

“Kalau di Banyuwangi itu namanya program Rantang Kasih, kalau kita Rantang Berkah,” ujar Sisngadi.

Terkait dengan menu yang diberikan pada Rantang Berkah ini telah diatur oleh tim teknis dari kecamatan dan puskesmas. Menu yang diberikan pada Rantang Berkah ini pun tidak sembarang karena sudah diatur oleh ahli gizi dengan satu rantang berisi dua paket makan yakni untuk makan pagi dan makan siang.

“Ngambil rumah makannya juga representative, karena sasarannya ini kan kita inigin menjaga kualitas menu dan kesehatan lansia, jangan sampai lansia ini malah nantinya kekurangan gizi,” jelasnya.

Lebih lanjut, program Rantang berkah ini akan diberikan setiap hari selama 10 bulan mulai dari 1 Maret hingga 31 Desember 2019 dan akan dilaunching pada 4 Maret 2019 untuk tingkat Kabupaten. Ia berharap dengan adanya program ini, setidaknya dapat ikut membantu meringankan beban dari para lansia yang mendapatkan bantuan.

“Para lansia itu ada bantuan ya paling tidak untuk mengurangi beban dari keluarga atau tetangga yang selama ini menampung semoga bisa meringakan beban mereka,” kata Sisngadi.

Program Rantang Berkah inipun disambut baik oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Bukateja. Pasalnya, dengan adanya program seperti ini warga desanya merasa terbantu, terlebih sasarannya adalah lansia yang sebatangkara dan tidak mempunyai sanak saudara.

“Alhamdulillah, ini kami satu desa mendapatkan jatah untuk tiga orang, kami mengharapkan bisa lebih ditingkatkan untuk penerima Rantang Berkah ini,” kata Kepala Desa Bukateja, Sadiman.

Menurutnya, menu yang disajikan pada Rantang Berkahpun sudah sangat layak dikonsumsi dengan gizi yang sudah diatur oleh ahli gizi. Kemudian, selain program Rantang Berkah, ia mengharapkan adanya program pemeriksaan berkala bagi para lansia di desanya.

“Jadi bukan Rantang Berkah saja mungkin pemeriksaan kesehatan secara berkala didatangi pemantauan dari kesehatan,” pungkas Sadiman. (PI-7)