PURBALINGGA- Masjid Nurul Falah diharapkan dapat menjadi ikon religius bagi Kecamatan Bukateja dan membawa Kecamatan Bukateja menjadi kecamatan yang berkontribusi besar mewujudkan Kabupaten Purbalingga yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr berakhlakul karimah. Harapan tersebut disampaikan Plt Bupati Purbalingga saat meresmikan menara dan serambi masjid Nurul Falah Bukateja, Kamis (11/04).

“Keinginan memiliki masjid ini sudah ada sejak 19 tahun lalu, saat Bupati Purbalingga dijabat bapak Triyono Budi Sasongko yang berkeinginan adanya masjid dengan arsitektur nampak seperti masjid Nabawi Madinah. Maka dibangun masjid besar Daarussalam Purbalingga yang penampakannya persis seperti masjid Nabawi, namun beliau ingin tidak hanya di Purbalingga saja namun juga daerah lainnya seperti Kec Bukateja ini yang merupakan gerbangnya masuk Purbalingga dari wilayah timur,” katanya.

Selain menjadi pintu gerbangnya Purbalingga, Plt Bupati Dyah H Pratiwi mengatakan Bukateja adalah ikon Kecamatan religius dengan banyaknya pondok pesantren dengan ribuan santri yang belajar di pesantren dari berbagai penjuru Purbalingga bahkan banyak yang dari luar daerah.

“Saya berharap dengan adanya menara masjid Nurul Falah ini semakin memudahkan menggemakan adzan ke segala arah sehingga masyarakat akan lebih banyak yang datang berjamaah di masjid ini, dan tempat yang strategis juga memudahkan tamu dari luar daerah yang kebetulan melewati Bukateja untuk ikut beribadah disini. Mari kita rawat dan jaga bersama masjid Nurul Falah, dan dengan dibangunnya menara serta serambi yang megah ini semoga akan lebih memakmurkan masjid,” kata Plt Bupati Dyah H Pratiwi.

Menurut ketua panitia pembangunan Drs Saefudin, pembangunan menara dan serambi masjid Nurul Falah dimulai sejal April 2017 sampai dengan Desember 2017 dengan volume 250 meter2 dengan alokasi belanja hibah sejumlah Rp 800 juta dari APBD Kab Purbalingga tahun 2017, dan realisasi pembangunannya mencapai Rp 1 miliar 300 juta.

“Saya sampaikan bahwa kekurangan anggaran sejumlah Rp 500 juta ditutup dari sumbangan donatur Bukateja yang tidak mau disebutkan namanya. Kami selaku pengurus yayasan dan takmir masjid telah berupaya menyempurnakan dan saat ini kami telah memprogramkan membangun tempat wudlu bagi wanita yang representatif,” kata Saefudin.

Plt Bupati didampingi suami Rizal Diansyah SE dan juga Sekretaris Daerah Wahyu Kontardi SH menandai peresmian menara dan serambi masjid Nurul Falah dengan pemotongan tumpeng yang kemudian diserahkan kepada takmir masjid. Dalam kesempatan tersebut Plt Bupati juga menyampaikan bantuan paket rasbangga dan lele kepada warga Bukateja. (t/ humpro2019)